• Document: PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS GULMA SIAM TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN CABAI.
  • Size: 241.64 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 23:46:38
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Media Agrosains Vol. 1 No. 01, Nov. 2014 : 5-10 PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS GULMA SIAM TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN CABAI Eko Apriliyanto1) dan Rr. Mustika Pramudya A.2) 1) Dosen Program Studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara E-mail : okke_apriels@yahoo.com 2) Dosen Program Studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara E-mail : mustika.pramudya@yahoo.com Received date: 14/2/2014, Revised date: 30/10/2014, Accepted date: 1/11/2014 ABSTRACT The purpose of the study is to determine the effect of siam weed compost toward the attact intensity of plant pest organism and the effect toward red chili products. The research was conducted in experimental garden of Politechnic Banjarnegara using a Randomized Block Design. The treatment used five types of fertilizers. They were control/ without fertilizer, NPK (urea 400 kg/ha, SP36 200 kg/ha, and KCl 200 kg/ha), chicken manure 40 ton/ha, goat manure 40 ton/ha, cow dung manure 40 ton/ha, and siam weed compost 40 ton/ha. Each treatment was repeated 4 times, so there were 24 experimental units. The result showed major pest that attact chili plant were green leafhopper (Empoasca sp.) and aphids (Aphid sp.) The attact intensity of green leafhopper pest by providing siam weed compost and other fertilizers did not show significantly different, but the chili plant did not show any green leafhopper attact. The attact intensity of aphids by providing siam weed compost and other fertilizers were also not significanly different from the mean intensity of the attact on the siam weed compost treatment wich required 19,08%. The entire treatment can not improve the result both of the chili fresh weigh and the chili dry weight wich are 79,31 g and 14,67 g each in siam weed compost treatment. Plant fresh weigh is 59,95 g at siam weed compost from treatment did not show significantly different from either control plant and the other fertilizer treatment giving siam weed compost, goat manure, and chicken manure can increase plant dry weight wich are 17,59 g, 18,55 g, and 18,55 g. Keywords : red chili, siam weed, attact intensity, green leafhopper (Empoasca sp), aphids (Aphis sp) PENDAHULUAN Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan komoditi hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Kegunaan cabai antara lain, sebagai bumbu masak, bahan baku industri makanan, obat-obatan, pewarna makanan dan pencampur makanan (Anonim, 2001). Adanya pemenuhan kebutuhan akan cabai yang terus meningkat memerlukan upaya peningkatan produksinya. Tingginya kebutuhan akan cabai menjadikan petani selalu berusaha untuk mencukupi pemenuhannya dengan berbagai teknik budidaya yang dianggap dapat meningkatkan hasil. Siregar (2005) menyatakan bahwa rendahnya hasil produksi cabai, salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil cabai dapat dilakukan dengan pemupukan berimbang. Suntoro et al., (2001 cit. Kastono, 2005) berpendapat bahwa sebagai tanaman semusim menyerap N, P dan K dalam jumlah relatif besar. Kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk organik atau anorganik. Penggunaan pupuk organik pada umumnya telah dilakukan, akan tetapi belum berkembang karena sebagian besar bersumber dari pupuk kandang ternak terbatas jumlahnya. Salah satu sumber bahan organik yang potensial adalah gulma siam (C. odorata). Pemanfaatan gulma sebagai kompos dapat digunakan sebagai alternatif upaya peningkatan produksi cabai. Gulma siam (Chromolaena odorata (L.) King & H.E. Robinson) dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk perbaikan performa tanaman dan pengaruhnya terhadap populasi hama dan musuh alaminya. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang ramah lingkungan yaitu penggunaan kompos untuk perbaikan 5 Media Agrosains Vol. 1 No. 01, Nov. 2014 : 5-10 performa tanaman agar populasi musuh alami pada tanaman melimpah keberadaanya dan berperan optimum dalam mengendalikan populasi hama. Pengetahuan tentang intensitas serangan hama dapat memberikan manfaat tentang pola fluktuasi intensitas serangan pada setiap umur tanaman. Pola fluktuasi ini dapat dijadikan sebagai pedoman waktu yang tepat dalam pengendaliannya, sehingga lebih efektif dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah : 1. Mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk terhadap intensitas serangan hama tanaman cabai. 2. Mengetahui pupuk terbaik terhadap peningkatan hasil cabai merah. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Banjarnegara. Waktu penelitian dari bulan Februari hingga Agustus 2013. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba adalah 5 jenis dosis pupuk yang terdiri atas kontrol/tanpa pupuk (A), pupuk NPK/Urea N 46% 40 kg/100

Recently converted files (publicly available):