• Document: Laju Penetrasi Korosi pada Material Alternatif Bangunan Kapal
  • Size: 679.51 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 04:02:42
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Teknik Mesin, Vol. 15, No. 1, April 2014, 43-49 DOI: 10.9744/jtm.15.1.43-49 ISSN 1410-9867 Laju Penetrasi Korosi pada Material Alternatif Bangunan Kapal Prantasi Harmi Tjahjanti1*, Eko Panunggal2, Darminto3, Wibowo Harso Nugroho 4 1 Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2 Program Studi Teknik Perkapalan FTK Institut Teknologi Sepuluh Nopember 3Program Studi Fisika MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember 4 BPPT Lab. Hidrodinamika Indonesia UPT-BPPH Surabaya *Penulis korespondensi; E-mail: prantasiharmi@umsida.ac.id; prantasi@gmail.com ABSTRAK Korosi adalah peristiwa kerusakan suatu material akibat interaksi yang tidak dikehendaki antara material tersebut dengan lingkungannya. Korosi merupakan gejala alamiah yang tidak mungkin dihindari, akan tetapi yang dapat dilakukan adalah mengendalikan proses korosi tersebut dengan menekan laju penetrasi korosi, sehingga diharapkan umur dan kualitas material dapat bertahan lama. Material alternatif bangunan kapal yang dipakai adalah material komposit dengan matrik paduan aluminum AlSi10Mg(b) merupakan material bangunan kapal berdasarkan European Nation (EN) Aluminum Casting (AC)-43100, dan ditulis EN AC-43100 (AlSi10Mg(b)), dan dicampur dengan penguat (reinforcement) bahan keramik, silicon karbida yang telah di-treatment dinyatakan dengan rumus kimia SiC*. Secara keseluruhan ditulis EN AC-43100 (AlSi10Mg(b))+SiC*. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju ketahanan korosi pada material komposit ini. Pengujian korosi yang dilakukan adalah uji korosi basah dan korosi kering. Perlakuan uji korosi basah dengan merendam dalam cairan asam khlorida (HCl), natrium hidroksida (NaOH), natrium khlorida (NaCl), dan pada cairan pH =1, 3, 5, 7, 9, 11, 13. Perlakuan uji kering dilakukan pada tingkat temperatur, yaitu pada suhu ~ 270C dan 1000C. Hasil yang diperoleh bahwa perendaman dalam cairan HCl, dan pada cairan pH 1, mengalami laju penetrai korosi paling tinggi. Sedangkan laju penetrasi korosi tertinggi pada perlakuan uji korosi kering diperoleh pada suhu yang lebih tinggi dari pada suhu ruang. Secara keseluruhan terlihat bahwa penambahan penguat SiC*, dapat mengurangi laju penetrasi korosi dan material komposit EN AC-43100 (AlSi10Mg(b))+15%SiC* merupakan material yang baik dalam menghadapi serangan korosi, karena memiliki laju penetrasi korosi lebih rendah dari standar laju penetrai korosi yang diijinkan yaitu < 0,5 mm/yr. Kata kunci: Laju penetrasi korosi, komposit, EN AC-43100 (AlSi10Mg(b))+SiC* ABSTRACT Corrosion is the event of a material damage due to undesired interactions between material and environment. Corrosion is a natural phenomenon that cannot be avoided, but that can be done is to control the corrosion process by pressing the corrosion penetration rate, so that the expected lifespan and quality durable material. Ship building alternative material used is a composite material with aluminum alloy matrix AlSi10Mg(b) a ship building materials based on European Nation (EN) Aluminum Casting (AC)-43100, and written EN AC-43100 (AlSi10Mg(b)), and mixed with reinforcement of ceramic materials is silicon carbide treatment that has been expressed by the chemical formula SiC*. Overall in writing EN AC-43100 (AlSi10Mg(b)) + SiC*. The purpose of research is to determine the rate of corrosion resistance in this composite material. Corrosion testing performed is wet corrosion test and dry corrosion. Wet corrosion test is immersion in liquid hydrochloric acid (HCl), sodium hydroxide (NaOH), sodium chloride (NaCl), and the fluid pH = 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13. The treatment of dry testing conducted in 2 temperature, room temperature ~270C and 1000C temperature. The results showed that immersion in liquid HCl, and the fluid pH 1, experiencing the highest rate of corrosion penetration. While the highest corrosion penetration rate in the treatment of dry corrosion test was obtained at temperatures higher than room temperature. Overall it appears that the addition of SiC*, can reduce the rate of penetration of corrosion and composite materials EN AC-43100 (AlSi10Mg(b)) +15 SiC* is a good material in the face of corrosion attack, because it has the corrosion penetration rate is lower than the standard that allowable is <0.5 mm / yr. Keywords: Corrosion Penetration Rate (CPR), Composite, EN AC-43100 (AlSi10Mg(B))+Sic* 43 Jurnal Teknik M

Recently converted files (publicly available):