• Document: PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA LAS DI KEC.SEBERANG ULU II PALEMBANG
  • Size: 321.01 KB
  • Uploaded: 2018-10-15 01:04:45
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA LAS DI KEC.SEBERANG ULU II PALEMBANG Sumitro Adi Putra, S.Kep, Ns, M.Kes; Drs. H.M Nasir A Hamid, S.Pd Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang ABSTRAK Pengelasan merupakan cara yang umum digunakan untuk menyambung logam secara permanen, dimana input panas diberikan pada logam hingga mencair dan menyambungnya dalam suatu sambungan yang permanen. Permasalahan yang dihadapi operator las adalah fasilitas kerja pengelasan yang tidak memadai sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi operator tersebut yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek seperti rasa pegal pada kaki dan tangan setelah habis bekerja karena posisi kerja jongkok, maupun jangka panjang yaitu rasa nyeri pada tulang punggung. Fleksibilitas sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk mempermudah gerakan, mengurangi kekakuan, meningkatkan keterampilan, mengurangi cedera dan mengurangi nyeri. Latihan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas adalah latihan peregangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan terhadap keluhan nyeri punggung bawah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian ini adalah 40 orang pekerja las di Kecamatan Seberang Ulu II Palembang yang dibagi menjadi 20 subjek dalam kelompok perlakuan dan 20 subjek dalam kelompok kontrol. Data diambil dengan melakukan pengukuran intensitas nyeri menggunakan alat ukur skala nyeri menurut bourbanis. Uji beda rata-rata intensitas nyeri punggung bawah menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian mendapatkan usia subjek kelompok perlakuan adalah 37 tahun dan kelompok kontrol 39,05 tahun, rata-rata lama kerja kelompok perlakuan adalah 9,10 tahun dan kelompok kontrol 10,40 tahun dan pendidikan sebagian besar adalah SLTA. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri punggung bawah pre- test dan post-test pada kelompok perlakuan dengan nilai p=0,000, ada perbedaan yang signifikan antara nyeri punggung bawah pre-test dan post-tes pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,014 dan ada perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri punggung bawah post-test pada kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p= 0,000. Dapat disimpulkan bahwa latihan peregangan yang dilakukan 3 kali per minggu selama 4 minggu dapat menurunkan keluhan punggung bawah pekerja las. Bagi pekerja las disarankan agar latihan peregangan dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam menurunkan nyeri punggung bawah. PENDAHULUAN operator tersebut yang akan terjadi baik Pengelasan merupakan cara yang dalam waktu jangka pendek seperti rasa pegal umum digunakan untuk menyambung logam pada kaki dan tangan setelah habis bekerja secara permanen. Permasalahan yang karena posisi kerja jongkok, maupun jangka dihadapi operator las adalah fasilitas kerja panjang yaitu rasa nyeri pada tulang pengelasan yang tidak memadai sehingga punggung dan pinggang yang mana itu dapat menimbulkan dampak negatif bagi dirasakan setelah kurang lebih setahun masa bagian bawah dan keluhan lain yang dirasakan kerja (Putra, 2009). seperti terasa pegal pada tangan, kaki, bahu Saat ini, 90% kasus nyeri punggung dan tengkuk, gangguan penglihatan, iritasi bawah bukan disebabkan oleh kelainan mata dan gangguan kulit. Keluhan nyeri organik, melainkan oleh kesalahan posisi punggung bawah merupakan masalah yang tubuh dalam bekerja (Llewellyn dalam pratiwi, sangat mengganggu dan terkadang membuat 2009). Posisi statis dalam bekerja kadang- mereka harus istirahat dan sampai tidak kadang tidak dapat terhindarkan. Bila keadaan masuk kerja. Hasil observasi didapatkan statis tersebut bersifat kontinu maka dapat bahwa pekerjaan mengelas sebagian besar menyebabkan gangguan kesehatan antara dilakukan dengan posisi duduk jongkok lain Nyeri Punggung Bawah (NPB). NPB yang dengan sikap tubuh waktu bekerja timbul dapat mengakibatkan kehilangan jam menyesuaikan dengan bahan yang dikerjakan. kerja sehingga mengganggu produktivitas Nyeri punggung bawah merupakan kerja. Duduk yang lama menyebabkan beban keluhan yang paling umum dijumpai dalam yang berlebihan dan kerusakan jaringan pada hubungannya dengan kasus muskuloskeletal. vertebra lumbal. Terlalu lama duduk dengan Angka perkiraan menunjukkan bahwa lebih posisi yang salah juga akan menyebabkan 80% orang dewasa pernah mengeluh nyeri ketegangan otot-otot dan keregangan punggung bawah (Dachlan, 2009). Posisi ligamentum tulang belakang. Posisi tubuh t

Recently converted files (publicly available):